News.com.au

Meninggalnya Choirul Huda memang menjadi duka bagi seluruh insan sepakbola di Indonesia karena meninggalnya dalam situasi sedang bermain, dan karena insiden benturan yang memang itu seperti biasa dalam sepakbola.

Setelah kiper yang terkenal memiliki loyalitas terhadap Persela Lamongan ini dipastikan meninggal dunia, banyak pengakuan-pengakuan mengejutkan muncul dari rekan-rekannya sebelum kiper tersebut meninggal. Bahkan ada sejumlah pengakuan dari pemain Semen Padang, lawan dari pertandingan Persela Lamongan kemarin.

Menurut Media Officer Semen Padang, Roni Putra yang berada di pinggir lapangan menyaksikan langsung insiden yang sangat menyedihkan tersebut, menuturkan bahwa ada beberapa kesaksian dirinya dan pemain Semen Padang tentang meninggalnya Choirul Huda.

Menurutnya, setelah terkena benturan tersebut, Choirul Huda sempat ingin berdiri kembali, namun kemudian jatuh lagi dan akhirnya pingsan. Dia juga menuturkan bahwa Marcel Sacramento, striker Semen Padang yang secara dekat melihat Choirul Huda, melihat bahwa lidah Choirul Huda ini sudah ke samping sebelum ia tak sadarkan diri.

"Tidak lama kalau dari yang saya lihat. Habis benturan itu, Huda sempat tergeletak tapi sempat juga berdiri sebentar. Nah, setelah berdiri itu Marcel lihat dia langsung jatuh lagi. Marcel melihat katanya kalau lidahnya Huda udah ke samping gitu," kata Roni Putra, media officer Semen Padang seperti yang dilansir oleh Detik.com (16/10/17).

Memang kata orang-orang, jika lidah sudah menjulurkan ke samping, itu tanda-tanda bahwa dia akan mengakhiri usianya. Dan benar saja, sesampainya di rumah sakit, Choirul Huda sudah menghembuskan napas terakhirnya.

Sumber