Pada 24 April tahun 2015 tim nasional U 16 yang dilatih oleh Fachry Husaeni berhasil mengalahkan tim nasional negara Jepang U 16 di Bogor dengan hasil akhir 2-1. Kala itu mungkin belum banyak yang tahu jika Egy Maulana Vikri menjadi pahlawan kemenangan garuda muda dengan memborong dua gol tim nasional.

www.kompas.com

Sebetulnya tim nasional U 16 kala itu diproyeksikan untuk mengikuti kejuaraan AFF U 16 yang digelar di Solo pada bulan Mei 2015, namun sayang sanksi FIFA yang diterima Indonesia pada bulan Mei membuat kita batal untuk menggelar helatan tersebut dan seluruh tim nasional kelompok umur pun dilarang bertanding di seluruh ajang Internasional.

Kemenangan atas Jepang pun hanya tinggal menjadi cerita saja, mimpi Egy Maulana Vikri untuk membawa tim nasional U 16 di kejuaraan Asia pun pupus akibat para pejabat kerah putih di federasi dan pemerintah yang saling kisruh membuat nasib para bakat-bakat muda menjadi terkatung-katung. Jika saja saat itu tidak ada keributan yang terjadi di sepakbola Nasional, mungkin nama Egy Maulana sudah menjadi buah bibir dari dua tahun yang lalu.

www.bola.com

Kini, situasi kompetisi di Indonesia pun juga dihadapkan masalah yang bisa saja kembali merenggut mimpi anak garuda untuk terbang tinggi meraih mimpi di Asia. Pasalnya ada 15 klub yang mengancam untuk melakukan boikot pertandingan di liga satu, dan bisa saja bibit-bibit konflik baru akan muncul dan lebih meluas lagi jika tidak ditangani dengan tepat, www.bolasport.com (7/10/2017).

Jika konflik tersebut meluas ke hal-hal lain dipersepakbolaan kita, bukan tidak mungkin akan berujung kepada masalah yang dapat menjadi concern FIFA untuk kembali melakukan sanksi kepada persepakbolaan nasional. Tentunya hal tersebut tidak diharapkan oleh masyarakat pecinta sepakbola tanah air. Kita harap masalah ini tidak menjadi kendala bagi bibit-bibit muda kita untuk mampu berbicara lebih banyak di persepakbolaan dunia.