Aksi solo run winger Borneo FC, Terens Puhiri, saat laga kontra Mitra
Kukar, Senin (23/10/2017), mengundang decak kagum. Gol spektakuler yang
ia lesatkan ke gawang Naga Mekes itu bukan hanya mengguncang Stadion
Aji Imbut, Tenggarong, tapi menggegerkan publik Tanah Air dan dunia
internasional.
(foto: bolasport.com)
Rekaman
pertandingan saat klubnya menang 4-0 itu memang menjadi sangat viral
hingga menjadi berita media mancanegara. Bahkan pesepakbola asal Papua
itu disamakan dengan sejumlah bintang kelas dunia dalam kecepatan
menggiring bola.
Bagi penikmat liga Indonesia, Terens Puhiri
tentu bukanlah sosok yang asing. Ia telah mencuri perhatian sejak tampil
di Piala Presiden 2015 silam berseragam skuat Pesut Etam. Gesit, lincah
dan haus gol, begitulah ciri yang melekat terhadap pemuda kelahiran
Jayapura itu.
Dan sebetulnya telah jauh hari mutiara hitam itu
memperlihatkan kilauannya. Saat memenuhi panggilan ibu pertiwi membela
panji Merah Putih, ia tampil begitu trengginas bersama pasukan Timnas
U-16.
(foto: goal.com)
Terens Puhiri mencetak
quattrick
ketika skuat Garuda menggilas habis Timnas Guam dengan skor fantastis
17-0 di Pra-Piala Asia U-16. Stadion Yamaha, Bangkok, Thailand menjadi
saksi bisu keganasan Indonesia di laga Grup G tersebut.
Dikutip dari
liputan6.com
(17/9/2011), empat gol sumbangan Terens dicetak pada menit ke-20, 25,
72, dan 87. Namun lima gol dipersembahkan rekannya Ichsa Hari Kurniawan,
Tedi (4 gol), Marthinus Asso (2 gol), dan masing-masing satu gol
berasal dari Sabeq Fahmi Fachrozy dan Amirul Mukminin Hariansyah.
Sayangnya,
Terens dan kawan-kawan akhirnya gagal memperoleh tiket ke putaran final
Piala Asia 2012 setelah ditekuk 2-5 oleh Australia. Kala itu, skuat
asuhan Indra Sjafri tertahan di peringkat tiga klasemen akhir grup.
Tak
sampai tiga tahun berselang, Terens mencoba peruntungan dengan
mengikuti seleksi Timnas U-19 untuk Piala Asia 2014. Meski telah masuk
pelatnas, tapi namanya kemudian dicoret bersama sejumlah pemain lainnya.
Dilansir
sindonews.com (2/1/2014), Indra Sjafri beralasan pemain yang dipulangkan lantaran tidak memenuhi target dari tim pelatih.
(foto: bolasport.com)
Keluar
dari pemusatan latihan Timnas tak lantas membuat mantan pemain SSB
Numbay Star Papua ini patah semangat. Pada Maret 2017 lalu, ia kembali
mengikuti seleksi Timnas. Kali ini, Terens berhasrat besar menjadi
bagian dari skuat Garuda Muda racikan Luis Milla.
Tapi memang
keberuntungan masih belum berpihak kepadanya. Namanya tidak tercantum di
daftar Tim Merah Putih. Padahal sebelumnya ia sempat disebut-sebut
sebagai kandidat kuat penggawa andalan Indonesia untuk ajang SEA Games
2017 di Malaysia.
“Sulit memilih karena semua pemain bagus,” ungkap Asisten Pelatih Timnas U-22, Bima Sakti dilansir
tempo.co
(9/3/2017), saat seleksi itu tengah digelar. Meski ditolak, Terens
lagi-lagi tak berkecil hati. Ia justru dapat menikmati liburan ke Turki
ketika diajak bos Borneo FC Nabil Husein Said Amin sambil melihat
perkembangan sepak bola di sana.
Kini, pemain yang baru berulang
tahun ke 21 pada 13 Oktober lalu itu telah mulai menjadi idola baru.
Meski, ia sendiri mengaku pengidola Boaz Salossa. Tidak berlebihan jika
kita berharap Terens bisa kembali mengenakan jersey kebanggaan “Garuda
di dada”, khususnya saat perhelatan akbar Asian Games 2018 mendatang.
Semoga.
Sumber
ADS HERE !!!