Indonesia - Memang tidak ada salahnya, seorang
pemain sepakbola mencintai Negara lain yang bukan merupakan Negara
kelahirannya. Dan hal ini nampaknya terjadi kepada seorang Ilija
Spasojevic, yang sudah terlanjur cinta dengan Negara Indonesia. Bahkan
karena begitu besarnya cinta yang dia rasakan dengan Negara ini, Ilija
Spasojevic bahkan sampai menolak panggilan Negaranya hanya demi berjuang
dengan Timnas Indonesia, disuatu ketika nanti.
Spasojevic memiliki rasa cinta yang besar terhadap Indonesia | bola.com
Seperti
yang telah kita ketahui bersama bahwa Ilija Spasojevic telah resmi
menjadi WNI, dan memiliki kesempatan besar untuk berseragam Timnas
Garuda. Secara langsung mapun tidak langsung, Ilija Spasojevic sudah
berkorban banyak demi Negara ini
Salah satu pengorbanannya adalah
menolak panggilan Negara asalnya yang saat itu sedang dihadapkan dengan
Kualifikasi Piala Dunia 2018 Russia, semata-mata hanya demi berjuang
dengan Indonesia, suatu ketika nanti, seperti yang dikutip dari
football-tribe.com/asia (29/10/2017).
Negara asal
Ilija
Spasojevic, Montenegro seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa
beberapa waktu yanglalu, Montenegro bermain dalam ajang Kualifikasi
Piala Dunia 2018. Dan sang pelatih kepala Montenegro, Ljubija
Tumbakovic, sangat ingin memilikinya untuk mengikuti pertandingan pada
putaran kualifikasi Piala Dunia di zona Eropa saat itu. Dikarenakan
kurangnya daya gedor lini depan, akhirnya Montenegro gagal melaju ke
Russia. Jika saja Ilija Spasojevic bersedia untuk mengenakan seragam
Montenegro, masih ada kemungkinan sang striker Bhayangkara FC ini tampil
di Piala Dunia 2018 tahun depan.
Montenegro memanggil Spasojevic untuk berlaga dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018 Russia | fifa.com
Ilija
Spasojevic mengisahkan kabar tersebut: "Saya telah bermain untuk tiga
Tim Nasional. Yugoslavia, Serbia dan Montenegro, tapi hanya di tingkat
pemuda dari U-17 sampai U-21. Ketika saya bermain di Malaysia (di Melaka
United), saya mendapat telepon dari Montenegro (tim senior). Panggilan
datang setelah saya mencetak banyak gol di liga Malaysia. Mereka
mengatakan bahwa saya dimasukkan ke dalam rencana mereka untuk
kualifikasi Piala Dunia." Ungkap Ilija Spasojevic seperti yang dikutip
dari
football-tribe.com/asia (29/10/2017)
"Tapi saya
mengatakan kepada Federasi (Montenegro) bahwa saya lebih memilih bermain
untuk Indonesia. Saya cinta Indonesia karena saya merasa masa depan
saya ada di sini. Hanya itu yang saya katakan, dan mereka menerimanya. "
kata Spasojevic kepada wartawan, seperti yang dikutip dari
football-tribe.com/asia (29/10/2017)
Jika
kita menilik dari komentar Ilija Spasojevic diatas, dapat kita
simpulkan bahwa striker Bhayangkara FC ini amat sangat mencintai Negara
kita ini. Maka dari itu, terlalu sia-sia pengorbanan yang dia lakukan
jika Luis Milla tidak menjadikannya sebagai salah satu dari skuad Timnas
Garuda kedepannya.
Alangkah baiknya jika Luis Milla berikan kesempatan kepada Spasojevic | designfootball.com
Striker
yang saat ini telah berusia 30 tahun itu sudah resmi WNI pada hari
Selasa kemarin. Kenapa dia bisa menjadi WNI? Sementara dia tidak punya
darah keturunan Indonesia? yang jelas, Ilija Spasojevic telah memenuhi
syarat untuk
melakukan Naturalisasi.
Karena seperti yang
telah kita ketahui bersama bahwa dia sudah menikahi wanita yang berasal
dari Indonesia, dan Ilija Spasojevic juga telah tinggal di sIndonesia
lebih dari lima tahun. Hanya sekedar info saja nih guys, Ilija
Spasojevic sudah berada di Indonesia sejak tahun 2011 lalu.
Memang
benar, usia Ilija Spasojevic sudah dinilai cukup berumur untuk membela
Timnas. Akan tetapi, ketajaman yang dia miliki tidak mencerminkan berapa
usia dia saat ini.
Rasa cinta kepada Indonesia akan membawa Spasojevic bermain sepenuh hati | tribunnews.com
Disamping
itu, rasa cinta yang dia miliki kepada Negara ini nampaknya akan
menjadi semangat alami, dan dia pasti akan bermain sepenuh hati bersama
dengan Timnas Garuda. Maka dari itu, alangkah baiknya jika Ilija
Spasojevic mendapatkan satu kesempatan untuk bermain bersama Timnas
Indonesia, dibawah kepemimpinan Luis Milla.
Sumber